ISLAM

April 15, 2010 nezzasalsabila

ISLAM 1. Pengertian Agama Islam Islam dapat diartikan dari dua segi, yaitu dari segi bahasa maupun dari segi istilah. Dari segi bahasa, Agama berasal dari bahasa Sanskrit (Usman, 2000:11), Ada satu pendapat mengatakan bahwa Agama berasal dari asal-kata: A= tidak, dan Gam= pergi. Jadi tidak pergi, tetap ditempat,diwarisi secara turun-temurun. Kemudian Islam dari segi bahasa (Nata, 1998: 61) berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang berarti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian, memelihara diri dalam keadaan selamat sentosa, dan berareti pula menyerahkan diri, tunduk patuh, dan taat. Kata aslama itulah yang mengandung arti segala arti yang terkandung dalam arti pokoknya. Sehingga orang yang berserah diri, patuh, dan taat disebut sebagai orang muslim. Menurut Ummu Yasmin (2005: 91), kata Islam sebagai ad diin (QS. 3:19,85) berarti tunduk, wahyu ilahi, agama Nabi dan Rasul, hukum-hukum Allah, jalan yang lurus, dan keselamatan dunia akhirat. Adapun pengertian agama Islam menurut istilah (Nata, 1998: 63) yaitu sebagai berikut: a) Menurut Harun Nasution, Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul. b) Menurut Maulana Muhammad Ali, Islam adalah agama perdamaian, dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan ummat manusia menjadi bukti nyata, bahwa ajaran Islam selaras benar dengan namanya. Islam bukan saja dikatakan sebagai agama seluruh Nabi Allah, sebagaimana tersebut pada beberapa ayat kitab suci al-Qur’an, melainkan pula pada segala sesuatu yang secara tak sadar tunduk sepenuhnya kepada undang-undang Allah, yang kita saksikan pada alam semesta. c) Menurut Abuddin Nata, Islam adalah agama yang berasal pada wahyu yang datang dari Allah SWT, bukan berasal dari manusia, dan bukan pula berasal dari Nabi Muhammad SAW. Posisi Nabi dalam agama Islam diakui sebagai sosok yang ditugasi oleh Allah SWT untuk menyebarkan ajaran Islam tersebut. kepada umat menusia. Dalam proses penyebaran agama Islam Nabi terlibat dalam memberi keterangan, penjelasan, uraian, dan contoh prakteknya. Akan tetapi keterlibatan ini tidak boleh melebihi batas-batas ketentuan Allah SWT. Senada dengan hal tersebut, secara istilah agama Islam (Usman:2001: 12) berarti penyerahan atau penundukkan diri secara total setiap makhluk kepada Allah SWT . Jadi, agama Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berdasarkan perintah Allah SWT, yang mengikat seluruh umatnya untuk menyerahkan diri, menaati perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, agar dapat meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 2. Sumber Ajaran Islam Di kalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran Islam yang utama adalah al-Qur,an dan al-Sunnah (Nata, 1998:66). Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: a) Al-Qur’an Al-Qur’an sebagai sumber utama hukum Islam tidak berisi peraturan (corpus of legislation) yang terinci. Namun demikian ada beberapa larangan yang sedemikian gamblang, yang tidak memerlukan penafsiran lagi. Secara umum al-Qur’an meletakkan batas-batas bagi hokum Islam, yang di dalam batas-batas tersebut ummat manusia dapat menunaikan perbuatannya (Al-Buraery, 1986: 65). Menurut Muhammad Al-Buraery (1986: 66), ada empat sifat al-Qur’an yaitu: (1) diturunkan pada Nabi Muhammad SAW dalam bagian demi bagian (tidak sekaligus), untuk menuntun dan mengatur sebagaimana diperlukan oleh masyarakat muslim; (2) di dalamnya hanya terkandung prinsip-prinsip umum daripada rincian khusus; (3) ayat-ayat tentang hukum jumlahnya sangat terbatas, yaitu sekitar 200 dari 6000-an ayat yang ada; (4) fungsinya yang utama adalah sebagai kitab tentang iman dan penuntun akhlak. Isi al-Qur’an tidak pernah berubah sejak diturunkan pada Muhammad SAW sampai kini, dan sampai saat ini bahkan sampai akhir zaman. Inilah sumber acuan dasar Islam. Tanpa mempelajari al-Qur’an, orang tidak akan memahami Islam itu secara baik. Semua orang Islam diwajibkan mempelajari al-Qur’an ini, karena inilah firman Allah SWT yang otentik, tidak pernah dipalsukan dan akan tetap terjaga orisinalitasnya (Amsyari, 1994: 64). Membaca al-Qur’an merupakan amal yang bernialai ibadah. Setelah membaca, sebagai umat Islam berkewajiban untuk mempelajari makna yang terkandung dalam al-Qur’an yang kemudian dimanifestasikan dalam bentuk perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. b) Al-Sunnah Selain al-Qur’an, agar umat Islam dapat memahami ajaran Islam dengan baik dan benar, maka digenakanlah sumber Islam kedua yakni sunnah atau hadits. Sebagai sumber agama Islam yang kedua, dalam penggunaan hadits ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Penggunaan hadits dibatasi pada beberapa ketentuan (Amsyari,1994: 64) yaitu sebagai berikut: 1) Hadits itu harus bernilai terpercaya yang memang datang dari Nabi pada masa beliau hidup (bukan hadits yang dipalsukan oleh orang); 2) Substansi hadits itu tidak bertentangan dengan substansi al-Qur’an; 3) Materi hadits boleh saja tidak tertera dalam al-Qur’an namun bersifat penjabaran dari perintah al-Qur’an yang bernilai aqidah, ritual, dan akhlak; 4) Materi hadits boleh saja tidak tertera dalam al-Qur’an dan tidak menyangkut masalah aqidah, ritual, dan akhlak, namun masih dianggap relevan dengan kebutuhan hidup pada masa kini. Apabila umat Islam mampu menggunakan sumber-sumber ajaran Islam dengan baik dan benar, maka ia akan dapat melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari dengan benar pula, sehingga terciptalah kehidupan yang dinamis, harmonis, dan seimbang dalam memenuhi kewajiban hidup di dunia dan akhirat. 3. Hakikat Agama Islam Setiap muslim pernah mengucapkan ke-Islamannya dengan lisan, meyakini dalam hati dan mengamalkannya dalam perbuatan yang termanifestasi dalam perilaku menyerahkan diri kepada allah SWT dan menerima segala ketentuan-ketentuan-Nya. Untuk itu, sikap pasrah kepada Allah juga merupakan hakikat dari pengertian Islam. Selanjutnya Ash Shiddieqy (1998: 19) mengatakan bahwa: Menurut Ibnu Taimiyah, Islam ialah ad diin yang maknanya tunduk dan merendahkan diri kepada Allah. Oleh sebab itu, Islam berarti pula “menyerahkan diri kepada Allah, tidak memperserikatkan-Nya dengan sesuatu apa pun”. Orang yang memperserikatkan-Nya dalam menyembah-Nyatidaklah termasuk orang Islam. Agama Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang tidak hanya mengandung satu segi saja, akan tetapi mencakup berbagai macam segi kehidupan manusia, baik kehidupan manusia di dunia maupun kehidupan manusia di akhirat nanti. Salah satu esensi dari makna Islam ialah perdamaian, sehingga umat Islam (muslim) adalah umat yang memelihara perdamaian, dapat menjalin hubungan baik dengan sang Khalik dan memelihara hubungan baik dengan sesama manusia serta lingkungan sekitar. 4. Peran atau Fungsi Agama Islam Lahirnya agama Islam dengan semangat dan manifestasinya merupakan suatu masa baru dalam sejarah agama yang memberikan sebuah cahaya kehidupan, mendobrak peradaban jahiliyah, dan memberi arah baru bagi dunia. Agama Islam yang telah ditegakkan dengan kokoh oleh Nabi Muhammad beserta para sahabatnya, merupakan penyelamat umat manusia dari kemungkaran Sehingga dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, baik kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, maupun kehidupan masyarakat yang diridhai Allah SWT. Peran atau fungsi agama Islam antara lain sebagai berikut: a) Peran Agama Islam dalam Kehidupan Pribadi Sebagai pribadi, seorang manusia harus memiliki: (1). Keimanan; (2). Motif semangat hidup; (3). Aktivitas ritual; dan (4). aktivitas menjalani pemenuhan kebutuhan hidup (Amsyari, 1994: 77). Dalam hal ini, agama Islam sebagai ajaran yang sempurna berperan mengajarkan dan menuntun umat Islam dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi tersebut sehingga terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. b) Peran Agama Islam dalam Kehidupan Keluarga Sebagaimana dalam QS. Ar Ruum ayat 21 bahwa manusia diciptakan berpasang-pasang. Dan pernikahan dalam ajaran Islam itu dianggap sebagi sesuatu yang sakral dan juga dianjurkan kepada umatnya. Karena dengan adanya pernikahan yang sah (sesuai dengan ajaran Islam) maka akan dapat menciptakan hubungan keluarga yang harmonis atau terciptanya keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah. Ini menunjukkan bahwa Islam menuntun umatnya dalam hal berkeluarga. Selain hal tersebut, agama Islam juga berperan dalam mengatur sendi-sendi kehidupan keluarga yang lain. Antara lain hak suami, hak istri, hak anak, dan hukum waris yang diatur sedemikian rupa agar dapat tercipta kehidupan yang haemonis, serasi, dan seimbang. c) Peran Agama Islam dalam Kehidupan Masyarakat Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa meliputi hati, akal budi, perasaan, dan badan jasmani. Semua itu tidak mungkin dapat mencapai kebahagiaan yang berkeseimbangan jika semua potensi itu tidak berkembang sewajarnya dan memperoleh pemeliharaan yang rapi (Al-Nadwi, 1988: 170). Manusia, selain sebagai makhluk jasmani juga sebagai makhluk social. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan untuk mengadakan relasi dan interaksi dengan manusia lainnya. Relasi atau interaksi antara sesama manusia tidak akan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya tata aturan yang mengatur dan mengikat. Dalam hal ini Islam sebagai agama yang sempurna menaruh perhatian besar dalam hal pergaulan sesama manusia. agama Islam berperan mengatur semua sendi kehidupan bermasyarakat, dari hal yang bersifat sederhana, seperti etika bertamu, sampai urusan yang bersifat kompleks, seperti hukuman qishas bagi orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan tujuan dapat memelihara jiwa manusia, serta masih banyak contoh-contoh lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam sangat berperan dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, agar umat Islam dapat melakukan kehidupan dalam masyarakat yang diridhai Allah SWT. 5. Langkah-langkah Untuk Meningkatkan Peran Agama Islam Langkah-langkah yang perlu dilaksanakan agar agama dapat berperan secara terus-menerus dalam memberi inspirasi dan mengarahkan kehidupan manusia dan perubahan masyarakat (Suprayogo, 2006: 22) ialah: a) Para penganut agama termasuk para pemukanya perlu terus berusaha menguinternalisasikan nilai-nilai agama dalam rangkapembentukan kepribadiannya, sehingga agama menjadi fungsional dalam kehidupan pemeluknya dan tidak ada kesenjangan antara ketaatan beragama dengan kepribadian serta komitmennya untuk perbaikan hidup sesamanya. b) Para penganut agama terutama pemukanya perlu mempunyai keberanian untuk mencoba menangkap jiwa ajaran agamanya untuk berbagai keadaan. Apabila hal ini tidak dilakukan maka akan terkesan bahwa ajaran agama tertinggal oleh perkembangan zaman. Agama hanya membicarakan masa silam. c) Para penganut agama dan pemuka agama perlu menyadari bahwa meskipun ada pendapat yang mengatakan bahwa abad ke-21 akan ditandai dengan diperlukannya kembali agama, tetapi agama yang dimaksud di situ bukanlah dalam bentuk yang menekankan perlembagaan dan ritual saja seperti yang ada sekarang, melainkan lebih merupakan nilai-nilai yang sifatnya trans-denominasional. Umat Islam menjalani hidup berdasarkan pada pendidikan moral dan pendidikan mental, sebagaimana pendidikan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga memiliki pribadi yang zuhud, wara’, menjaga harga diri, terpercaya, mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, dan merasa takut kepada Allah (Al-Nadwi, 1988: 169).

Entry Filed under: Pendekatan dan Pengkajian Islam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Salsabila

Nez Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

Nez Facebook

Nez Yahoo

Nez Penanggalan

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Klik favorite ^_^

Komentar Terakhir

www.nanoindian.com di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
ummurafifghozy di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
printer parts di Manajemen Sumber Daya Man…

Pos-pos Terbaru

Laman

Kategori

Arsip

Tulisan Teratas

Blogroll

Meta

Yuk Gabung di twitterku

 
%d blogger menyukai ini: