Standar Penilaian Masyarakat Terhadap ‘Akhwat’

April 12, 2010 nezzasalsabila

Tahukah anda standar penilaian masyarakat terkadang menimbulkan tekanan tersendiri bagi saya ketika saya memutuskan menjadi seorang akhwat.

Ketika saya mulai berjilbab saya berkenalan dengan seorang akhwat ia seorang yang sangat lembut, penuh perhatian, kasih sayang dan empati besar terhadap sesama. Persis seperti standar penilaian masyarakat. Gerak geriknya seolah diatur dan ia mengerjakan segalanya dengan penuh kesabaran dan keterlatenan. Semuanya menyukainya. Ia keibuan dan selalu penuh perhatian. Tak ada yang tidak memujinya sebagai  akhwat yang terjaga baik. Dan saya sangat terkesan sekali padanya. Dia wanita yang luar biasa.

Saya kagum padanya dan tiba-tiba saya ingin seperti dia. Lembut, anggun, feminim, sangat perhatian dan penuh kasih sayang. Saya mulai berusaha melembutkan suara dan mengatur setiap gerak gerik saya. Saya ingin memenuhi standar nilai masyarakat mengenai pandangan mereka terhadap seorang jilbaber. Tapi kemudian semuanya menjadi aneh. Saya merasa bergitu berbeda dan asing. Saya bahkan hampir tak mengenali diri saya sendiri. Saya selalu berpatokan pada “kok jilbaber begini, kok jilbaber begitu, harusnya begini, harusnya begitu”…saya tiba-tiba merasa begitu tertekan. Itu bukan diri saya. Itu bukan jiwa saya. Itu periode yang berat dalam hidup saya. Setiap detiknya harus saya lalui hanya untuk memenuhi standar penilaian masyarakat dan keinginan saya agar seperti dia.

Memang kita tak bisa mengabaikan hal-hal itu begitu saha. Tapi, haruskan dengan mengorbankan diri kita sendiri? Tidak harus dengan mengorbankan diri sendiri. Karena setiap diri adalah perwujudan dari seni Allah. Setiap diri dan jiwa itu luar biasa. Manusia diciptakan Allah dengan karakternya masing-masing. Ada ujar-ujar yang mengatakan setiap orang yang mengenali diri sendiri, maka ia akan mengenal Tuhannya. Lalu apakah orang yang senantias meniru-niru orang lain bisa diharapkan akan mengenali Tuhannya sedang dirinya sendiri ia campakkan untuk diganti denganjiwa dan karakter manusia baru?

Tidak saudaraku semuaa. Menerima bahwa kita berbeda adalah sebuah tanda syukur pada Allah.

Ketika saya sampai pada suatu titik di mana saya tidak bisa sepertinya, saya menyadari satu hal. Ia terlahir dengan karakter lembut yang dianugerahkan Allah padanya sedang saya dianugerakan Allah berkarakter yang lain. Saya dan dia adalah dua karakter yang bebeda, namun unik. Bisakah kita membayangkan betapa itu adalah salah satu seni paling indah yang diberikan Allah pada makhluknya?

Pada akhirnya kita bisa menerima segala yang ada pada diri kita maka kita akan lebih baik. Umar bin Khatab memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Abu Bbakar apalagi dengan Usman bin Affan. Tapi apakah itu mengurangi kemuliaannya?

Yang penting adalah menerima. Menyadari lalu memperbaiki. Tak perlu menjadi lembut untuk dicintai.

Entry Filed under: Cathar,Tentang Hidupku, Cinta dan Luka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Salsabila

Nez Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

Nez Facebook

Nez Yahoo

Nez Penanggalan

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Klik favorite ^_^

Komentar Terakhir

www.nanoindian.com di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
ummurafifghozy di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
printer parts di Manajemen Sumber Daya Man…

Pos-pos Terbaru

Laman

Kategori

Arsip

Tulisan Teratas

Blogroll

Meta

Yuk Gabung di twitterku

 
%d blogger menyukai ini: