SINOPSIS PEMIKIRAN PEMBARU K.H.AHMAD DAHLAN

April 1, 2010 nezzasalsabila

K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu pembaharu pemikiraan pendidikan Islam yang mampu menangkap pesan Al-Qur’an dan mengkontekstualisasikannya dengan perkembangan zaman sebagaimana yang dikatakan oleh Nurcholis Madjid, bahwa buya melakukan pembaharuan yang bersifat break throught, bahwa pembaharuannya tidak mengalami prakondisi sebelumnya dan bersifat lompatan. Orientasinya pada amal dan pembaharuannya yang bersifat alamiah inilah yang menempatkan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang beredar bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia Islam. Mesikipun secara tipikal tertentu sering dikaitkan dengan pembaharu Islam sebelumnya sebagaimana yang dipelopori oleh Ibn Taimiyah, Jamaluddin Al-Afgani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dll, namun gerakan amal usahanya yang bercorak transformasional menjadi khas pembaharuan buya.
Bila dilihat secara komparatif, epistimologi beliau terbangun dari dua aksioma, yaitu aksioma dasar dan aksioma operasional. Aksioma dasar yang dijadikan acuan dalam melakukan domestifikasi Islam dalam ranah empiric adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dengan nalar logis, kritis dan berdimensi praksis menjadi pilar utama sebagai operasionalisasi aksioma dasar tersebut. Struktur epistemology ini menyiratkan bahwa qath’iyah menjadi dasar utama epistemology sebagaimana yang ditekankan Asy-Syatibi.
Dalam falsafat ajarannya, buya hanya menyebutkan akal suci sebagai metode dalam melaksanakan ajaran agama. Sumber komplemanter untuk memahami agama terdiri dari hadits, ijma dan qiyas. Serta inovasi untuk memasukkan ilmu-ilmu fisosofis rasional, baik yang bersifat social-humaniora science maupun natural sciences, sehingga dalam kurikulum pendidikan Muhammadiyah telah mengecualikannya dari tesis generalisasi Arkoun (1994) serta analisis Amin Abdullah (1996) yang mensinyalir telah hilangnya tradisi filosofis rasionalistik dalam tradisi dunia Muslim pasca masa kodifikasi.
Fakta otentik yang monumental mewarnai pemikiran buya seperti kepiawaian buya dalam ilmu falaq dengan memakai pendekata hisab, kisah surat al-Ma’un serta pendirian berbagai institusi social berupa rumah sakit, ‘aisyiah, sekolah-sekolah, dsb. Semua ini semakin mengukuhkan sosok beliau sebagai man of action.
Dalam dunia pendidikan Islam, buya memberikan kontribusi yang tidak sedikit, di antaranya pengadopsian substansi dan metodologi pendidikan modern Belanda dalam madrasah-madrasah pendidikan agama, memberikan muatan pengajaran Islam pada sekolah-sekolah umum modern Belanda,menerapkan system kooperatif, dst. Kesemuanya tercangkup dalam usaha beliau sebagai perentas pendidikan integralistik yang merupakan system pendidikan yang melatih perasaan murid-murid dengan cara sebegitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam. Ini ide klasik namun tetap menarik perhatian karena merealisasikan ke tataran praksis selalu tidak mudah.
Setelah pembaharuan pendidikan berlangsung hampir satu abad dualitas pendidikan Islam masih tampak menonjol. Dalam dunia Muslim duallitas budaya muncul karena adanya system pendidikan ganda; system pendidikan Islam tradisional dan system pendidikan sekuler modern yang melahirkan tokoh-tokoh sekuler. Sehingga proses pencarian system pendidikan integralistik harus terus menerus dilakukan bersamaan dengan akselerasi perubahan social dan temuna-temuan inovatif pendidikan. Muhammadiyyah yang dilahirkan dari pemikiran buya Dahlan pun masih terus melangkah ke arah itu dengan membangun sekolah-sekolah alternative yang kemudian dikenal dengan sekolah unggulan.
Dapat penulis simpulkan bahwa pemikiran buya berangkat dari pengkajian Al-Qur’an, musyawarah dan amal. Sehingga dapat dikembangkan menjadi enam hal usaha pembaharuan buya, yaitu Pertama, menekankan perlunya penyatuan dimensii ajaran kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan dimensi ijtihad dan tajdid social keagamaan. Kedua, menempuh system gerakan persyarikatan dalam mengaktualisasikan cita-cita pembaharuannya. Ketiga, adanya corak antikemapanan terhadap kelembagaan agama yang terlalu kaku. Keempat, bersikap responsive dan adaptif dalammenghadapi perkembangan zaman. Kelima, dengan Muhammadiyahnya buya berhasil mengembangkan lembaga pendidikan yang beragam, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dan dari yang berbentuk sekolah agama hingga yang berbentuk sekolah umum. Keenam, memperkenalkan manajemen pendidikan modern de dalam system pendidikan yang dirancangnya.
Karena itulah usaha yang dijalankan oleh buya bukanlah diartikan organisasi, tapi sebagai gerakanan bernama persyarikatan Muhammadiyah yang mendukung ide dan pemikiran beliau. Khususnya dalam dunia pendidikan buya berkeinginan mewujudkan maNusia yang mewakili kepribadian integral dan pengetahuan yang seimbang yang tidak hanya menekankan salah satu aspek kehidupan. Buya memandang pentingnya memberikan pengetahuan agama bagi mereka yang berada di sekolah-sekolah umum, dan pengetahuan bagi mereka yang selama ini belum pernah mendapatkannya dengan mendidik mereka di dalam lembaga pendidikan yang mementingkan kedua ilmu tersebut.
Semoga tulisan ini menstimulus pembaca untuk bersama-sama merealisasikan cita-cita pendidikan buya Ahmad Dahlan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang mencerdaskan dan melahirkan siswa-siswi yang berakhlakul karimah.

Entry Filed under: Pemikiran Pendidikan Islam,Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Salsabila

Nez Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

Nez Facebook

Nez Yahoo

Nez Penanggalan

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Klik favorite ^_^

Komentar Terakhir

www.nanoindian.com di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
ummurafifghozy di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
printer parts di Manajemen Sumber Daya Man…

Pos-pos Terbaru

Laman

Kategori

Arsip

Tulisan Teratas

Blogroll

Meta

Yuk Gabung di twitterku

 
%d blogger menyukai ini: