PARFUM DAN PEREMPUAN: Sebuah Kontroversi Yang Menjadi Kebutuhan

April 1, 2010 nezzasalsabila

Abstrak

Based of eat my heart out when I read a hadis of our prophet Muhammad SAW who said that the girl who put on a perfume to run around from her home and passed trough the men so it’s means that adulterer, a hadis which not only must be figure out of what this word means by the write in plain language just based of the teks but also must be in true of the context. So it’s not accupied that the girl is in marginal of social function.

Keywords: Hadis, Perfume, Adultery, Woman.

I.    PENDAHULUAN

Perempuan yang dalam realita sekarang ini masih dipandang sebagai makhluk kelas dua dimana hak-hak mereka dibatasi pada wilayah-wilayah kehidunpan yang sangat eksklusif dan marginal. Kita terjebak oleh budaya patriarki di mana hidup perempuan seakan-akan ditentukan oleh orang lain yaitu makhluk yang mengunggulkan laki-laki. Bisa laki-laki atau perempuan itu sendiri.

Orang boleh menyanggah pernyataan ini tetapi realitas kebudayaan dan data-data empiris yang ditemukan oleh para pemerhati dan mereka yang peduli dengan masalah-masalah perempuan, masih memperlihatkan validnya pernyataan itu. Dalam hal ini pun terjadi ketika pelarangan penggunaan parfum diberlakukan pada perempuan. Ketika kini wanita dituntut dengan segudang aktivitasnya dituntut untuk berpenampilan rapi dan indah, salah satunya dengan menjaga penampilan aroma tubuhnya sehingga tidak mengganggu aktivitasnya dan orang-orang di sekelilingnya.

Masih jelas diingatan saya ketika saya bertemu dengan beberapa wanita yang begitu rapi, menjaga syariat dan aktif diberbagai kegiatan dakwah. Namun saya harus sedikit menaikkan alis menahan nafas karena perempuan itu tidak bisa menjaga kebersihan tubuhnya. Ketika saya bertanya apakah dia memakai parfum atau deodorant, dia dengan tangkasnya menjawab bahwa itu haram. Subhanallah begitu sempitkah pemahaman dia tentang hadis Nabi ini? Bukankah Allah itu indah dan mencintai keindahan, lalu mengapa kita sebagai perempuan harus memperindah diri pula sehingga perjuangan kita di luar dalam kompleksitas perannya dapat lebih indah sehingga tidak membuat orang-orang  disekeliling kita tidak nyaman berinteraksi dengan kita sehingga mereka menaikkan alis dan menahan nafas karena tidak tahan dengan bau badan kita.

Selain itu, banyak pula terobosan-terobosan mutahir dengan kemunculan parfum non-alkohol yang diyakini sebagian orang kehalalannya. Dari sinilah saya berangkat untuk mengangkat seputar parfum dan wanita. Berawal dari pemahaman yang sederhana saya berusaha untuk  mengurai dan mendekonstruksi sebuah kesakleklitasan yang perlu diperluas pemahamannya sehingga fleksibilitas suatu hukum dapat dipahami secara kompleks dan tidak jumud hanya pada sebatas pemahaman teks.

II.  PEMBAHASAN

A. Mengenal Parfum.

Parfum memang sebuah perangkat istimewa. Sejak dulu kala orang sudah menggunakan parfum untuk berbagai tujuan. Catatan sejarah manusia menunjukkan bahwa musia di masa lampau menggunakan wewangian alami. Bahan seperti resin, getah, karet dan kulit kayu dibakar untuk menghasilkan wangi tertentu yang dimanfaatkan dalam upacara ritual khusus (keagamaan). Jika ditinjau dari etimologi bahasa,, asal kata parfum sendiri berasal dari bahasa Labin yaitu Perfumus yang artinya asap yang merebak. Per artinya through atau merebak,dan fumus artinya smoke atau asap. Maka sasal kata perfume memang dari bahan alami yang dibaka untuk menghasilkan aroma tertentu.

Bukti sejarah sebagai fakta tentang penggunaan parfum ditemukan dalam makam batu Fir’aun Mesir pada masa 3000 tahun lalu. Pengawetan mumi para penguasa Mesir dilakukan dengan menggunakan bahan wewangian alami dari kayu dan resin dicampur minyak dan air yang dioleskan sebagai balsem ke seluruh tubuh jenazah.

Bukti lain, orang-orang Yunani dan Romawi kuno mengembangkan bahan pewangi berdasarkan pengetahuan orang-orang Mesir sebagai pengguna parfum yang pertama kali.

Walau bentuknya belum seperti parfum yang kita kenal, minyak wangipun sudah mulai dipakai pada ratusan tahun sebelum masehi sebagai pewangi tubuh orang-orang yang dihormati. Di masa lalu perkembangan parfum justru terjadi di wilayah Timur, dari Timur Tengah sampai Asia sebagai bagian dari seni oriental. Digunakan secara lebih meluas di kalangan bangsawan dan orang-orang terhormat. Pada catatan abad ke-13 sekitar tahun 1200-an pasukan Perang Salib (Crusader) memboyong teknologi parfum dari wilayah Palestina kuno ke Inggris dan Prances.

Lalu pada abad ke-16 sekitar tahun 1500-an parfumpun menjadi popular di daratan Eropa. Perkembangan teknologi dan penemuan bahan-bahan kimia mendorong industri parfum semakin berkembanga di Eropa pada tahun 1800-an dan kemudian wilayah Eropa menjadi produsen parfum yang paling terkenal dengan kualitas tinggi di dunia, terutama di Paris dan Prancis. Walaupun sesungguhnya dalam sejarah penggunaannya parfum lebih dulu dipakai oleh orang-orang Mesir dan Asia.

Pada zaman Nabi Muhammad Saw pun sudah ada penggunaan parfum walau dalam bentuk yang sangat sederhana. Ini bisa dilihat dari sabda Rasulullah SAW:

أطيب الطيب المسك

”Sebaik-baik harum-haruman buat kamu ialah misk atau kasturi. (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abu Said al-Khudri).

Nabi sangat menyukai harum-haruman karena ringan dibawa dan harum baunya, sebagaimana Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda :

من عرض عليه طيب فلا يرد ه فإ نه خفيف المحمل و طيب الرائحة

Barang siapa yang diberi harum-haruman maka janganlah ia menolaknya karena sesungguhnya itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.”

حبب الي من دنيا كم : النساء و الطيب ، وجعلت قرة عيني فى الصلا ة

“Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah : wanita, harum-haruman/wangi-wangian dan dijadikan kesejukan dimataku di dalam sholat.” [Shahih riwayat ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari jalan Anas bin Malik]

Hadis di atas dengan jelas menyatakan : sangat disukainya kita memakai harum-haruman/wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena dihadits-hadits itu tidak dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan dihadits ke-1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 itu menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

َقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” ( Al Ahzab : 21 )

Semua orang pasti pernah memakai parfum. Namun tidak semua orang tahu apa sebenarnya parfum yang dikenal sebagai wewangian yang dipakai untuk meredam bau tubuh atau menonjolkan aroma tertentu yang wangi. Parfum memang sebuah substansi (biasanya cair) yang berfungsi untuk menebarkan aroma wangi dibuat dari bahan sintetis, alami atau campuran keduanya. Setiap parfum terdiri dari sejumlah kandungan zat kimia tertentu yang memberikan sensasi dan aroma tertentu. Bisa aroma aneka bunga, buah, dedaunan atau wewangian lain.

Masing-masing aroma diciptakan untuk memberikan sensasi yang berbeda yang kemudian bercampur dengan keringat dari tubuh si pemakai dan menghaislkan wangi yang khas. Maka sebagai penguat citra diri, peredam bau tubuh menjadi semakin memperkuat manfaat parfum.

B. Penggunaan Parfum Bagi Wanita

Parfum saat ini telah menjadi suatu barang yang tidak hanya identik dengan perempuan. Namun parfum juga  telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup perempuan. Terlebih dengan peran perempuan saat ini yang telah merambah wilayah social-ekonomi dan politik. Sebagian dari kita mungkin akan menganggap ini adalah perkara yang sangat sederhana, tentunya sangat wajar karena sejak lahir lingkungan kita telah mendidik kita untuk mengenal yang namanya parfum.

Khususnya bagi perempuan, sebagian ulama mengharamkan penggunaan parfum bagi perempuan terlebih lagi dengan adanya hadis Nabi Muhammad SAW:

كل عين زا نية وان المراةإذااستعطرت ثم مرت با لمجلس فهي زا نية (أخرجه أصحا ب النس)

“Dari Abu Musa, dia berkata Rasul bersabda: “Setiap mata adalah pezina dan sesungguhnya apabila wanita itu mengenakan wewangian kemudian mengenakan wewangian kemudian dia berlalu melewati majlis, maka dia adalah pezina) (Ditakhrij Ashhabus Sunan).[1]

Namun, yang menjadi pertanyaan bagi saya dengan keberadaan dan peran perempuan sekarang apakah hal ini tidak bisa ditolelir? Tidak berlebihan apabila dicermati secara seksama, hadis ini merupakan wujud diskriminasi atau subordinasi terhadap perempuan umumnya.

Kalau hanya karena menggunakan parfum wanita itu disebut pezina[2] sementara tujuan sesungguhnya hanyalah ingin menjaga diri dari bau badan agar tidak mengganggu orang lain sehingga aktivitas dan perannya dapat berjalan dengan baik, apakah itu disebut pezina pula? Bukankah jelas bahwa Allah itu indah dan sangat menyukai keindahan. Sementara laki-laki tidak dikenai keharaman terhadap penggunaan parfum. Di sini saya dapat memahami apabila keharaman itu berlaku bagi perempuan-perempuan yang tidak dapat menempatkan dirinya di posisi yang baik dan terhormat, tetapi apabila hadis ini di pahami secara sempit dan sebatas teks saja, tentunya itu akan sangat berpengaruh besar terhadap kemanfaatan yang akan diperoleh.

Bau badan pada perempuan[3] tentu sangat mengganggu sekali dan salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan parfum. Entah itu yang berupa parfum murni, colone ataupun toilette.[4] Tentu ini tidak bisa dianggap sepele. Karena itu bisa membuat perempuan tidak percaya diri dan bahkan bisa pula membangkitkan gairah laki-laki.[5] Selama ini dipahami bahwa penggunaan parfum pada perempuan dapat meningkatkan gairah laki-laki. Padahal itupun berlaku sebaliknya.[6]

Selain itu, sekarang inipun telah banyak muncul parfum-parfum non alcohol yang lembut harumnya dan tidak mencolok.[7] Proses pembuatannyapun menggunakan larutan lain seperti zat lain non-alkohol.

Kalaupun ada hadis lain yang menunjukkan pelarangan penggunaan parfum bagi perempuan, saya pahami bahwa itu hanya ketika kita akan melaksanakan shalat. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

إذ ا شهدت احد ا كن العشاء فلا تمس طيبا

“Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) isya’ (dimasjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” [Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’I dari jalan Zainab]

أيما امرأ ة أصابت بخورا فلا تشهد معنا العشاء الآخر ة

“Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) isya’ di (masjid) bersama kami.” [Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’I dari jalan Abi Hurairah]

Hadis di atas secara eksplisit menegaskan haram hukumnya bagi perempuan keluar ke masjid untuk menghadiri shalat Isya dengan memakai harum-haruman. Disebutnya lafaz Isya’ karena shalat Isya’ dilakukan di malam hari dan bisa jadi fitnahnya lebih jelas. Namun, bagaimana apabila dengan memakai parfum kita lebih segar dan nyaman untuk melakukan ibadah?

Itulah salah satu yang perlu didekonstruksi, yaitu karena itu sudah menjadi  suatu  kebutuhan. Nilai hablumminallah dan hablumminannas-nya pun dapat dipertanggung jawabkan. Wujud hablumminallah kita dalam beribadah kepada Allah menjadi semakin bersih, nyaman, dan segar. Sehingga kekhusyu’an dalam beribadah dapat tercapai. hablumminannas pun berwujud kenyamanan orang disekeliling kita dalam berinteraksi sehingga hal-hal positif yang dapat diraih tidak terhambat. Bukankah berawal dari kenyamanan, semuanya akan menyenangkan dan berjalan seimbang.

III. KESIMPULAN

Dari sini dapat kita temukan kesimpulan dan solusi yang terbaik, khususnya bagi perempuan-perempuan yang merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan menggunakan parfum, antara lain: Pertama, dengan menggunakan parfum yang rendah kadar alkoholnya. Di sini tidak menjadi keharusan menggunakan parfum non-alkohol karena seperti yang sudah kita bahas di atas bahwasanya alcohol itu hanya bersifat sebagai bahan penolong untuk melarutkan komponen wewangian. Tetapi ketika kita gunakan misalkan dengan dioles atau disemprotkan kebadan, maka ia akan segera menguap dan habis, tinggal bahan parfumnya saja yang masih menempel. Kedua, kita harus selektif dalam memilih jenis parfum yang mencakup bahan parfum itu sendiri dan proses pembuatannya.[8]

Ketiga, Ketika kita akan shalat kita mengganti  baju khusus untuk shalat, hal ini akan lebih baik kalau kita membiasakan menggunakannya. Bukan hanya karena parfum tapi juga sebagai wujud tindakan prefentif dan antisipatif apabila terdapat najis dalam baju yang sudah kita gunakan. Keempat, gunakan parfum secara proposional dan tidak berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Kelima, dengan menjaga kebersihan badan khususnya untuk menghindari bau badan, dengan selalu membersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi. Setelah mandi, keringkan dengan handuk, tisu atau lap kering dan bubuhkan bedak antiseptik. Selain itu, konsumsi buah, sayur, serta minum air putih dapat menyebabkan keringat menjadi lebih encer sehingga?bau badan menjadi berkurang. Dan yang terakhir, niatkan semua itu karena Allah, bukan karena ingin bertabbaruj, pamer atau sombong. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dilindungi dan terlimpah berkah dari Allah SWT. Amin

IV. PENUTUP

Demikianlah secara sederhana makalah ini saya sampaikan, semoga di lain kesempatan saya dapat memperbaiki dengan lebih lengkap sehingga pembahasan ini dapat dipahami secara komprehensif dan jelas.

Billahi fi sabilil haq fastabiqul khairat.

DAFTAR BACAAN

Abdullah, Amin, dkk., Mazhab Jogja, Yogyakarta: Ar-Ruz Press, 2002

Al-Barik, Haya Binti Mubarok, Ensiklopedi Wanita Muslimah (Jakarta: Darul Falah, 1424H)

An-Na’im, Abdullahi Ahmed, Dekonstruksi Syari’ah, Yogyakarta: LKiS bekerjasama dengan Pustaka Pelajar, 1994.

Arifin, Bey, Terjemahan Sunan Abi Dawud juz V-VI, Semarang: Asy-Syifa, 1993.

Dahlan, Abdul Aziz, Ensiklopedi Hukum Islam Jilid 4 dan 6, Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1996.

Ghozali, Abdul Moqsit, dkk., Tubuh, Seksualitas dan Kedaulatan Perempuan, Jakarta: Rahima, 2002

http://www.duniawanita.com/index.php?option=com_content&task=view&id=35&Itemid=8. Download pada tanggal 25 November 2007.

http://www.edutainmentradio.com/modules/smartsection/item.php?itemid=32. Download pada tanggal 25 November 2007

http://mki5ska.wordpress.com/2007/11/14/konsultasi-ustadz-menggunakan-parfum-berakohol/ Download pada tanggal 25 November 2007.

Qardhawi, Yusuf, Panduan Fiqih Peempuan, Yogyakarta: Salma Pustaka, 2004.

Rochman, Fatchur, 160 Ayat-Ayat Hukum Al-Qur’an, Surabaya: Apollo, 1993.

Skinner, Quentin, The Return of Grand Theory In The Human Sciences, Cambridge: University Of Cambridge, 1985

Sumaryono, E., Hermeneutik Sebuah Metode Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 1993.

Supena, Ilyas dan M. Fauzi, Dekonstruksi dan Rekonstruksi Hukum Islam, Yogyakarta: Gama Media, 2002.


[1] Perbuatan tersebut bisa menjurus ke dosa besar. Sebab memakai wewangian agar baunya bisa dicium oleh kaum laki-laki sama dengan menampakkan dirinya di hadapan mereka dan membangkitkan birahi mereka. Maka tidak heran jika wanita semacam ini sebagai wanita pezina. Lihat: Haya BInti Mubarok al-Barik, dalam Ensiklopedi Wanita Muslimah (Jakarta: Darul Falah, 1424H).

[2] Ulama fiqih mengemukakan batasan-batasan tertentu terhadap zina karena hukuman bagi pelakunya dalam syariat Islam cukup berat. Ulama fiqih dalam berbagai mazhab mengemukakan definisi zina yang secara redaksional berbeda-beda, tetapi maksud dan kandungannya sama. Menurut mereka zina adalah hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki secara sadar terhadap wanita yang disertai nafsu seksual dan diantara mereka tidak atau belum ada ikatan perkawinan secara sah atau ikatan perkawinan. Dasar hukumnya adalah Q. S. An-Nur: 2. Dalam sabda Rasulullah SAW bahwa zina termasuk salah satu dosa besar (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam hadis yang diriwayatkan al-Jamaah (mayoritas ahli hadis) dar Abdullah bin Mas’ud (w. 32/33H) dikatakan: “Tidak halal darar seorang muslim yang mengakui Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah kecuali terhadap 3 orang, yaitu orang yang menghiangkan nyawa orang lain, orang yang pernah kawin dan melakukan perzinaan dan orang yang murtad. Lihat: Editor Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996). H. 2026-2027.

[3] Bau badan berasal dari keringat yang dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu kelenjar accrine dan kelenjar apocrine. Kelenjar accrine memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan sejak bayi, dan biasanya muncul di tangan, punggung, serta?dahi. Sedangkan kelenjar apocrine terdapat di tempat-tempat tertentu, terutama di daerah perakaran rambut, seperti Ketiak, kemaluan, dan di dalam hidung. Kelenjar apocrine bersifat aktif setelah masa pubertas. ?

Kelenjar accrine mengeluarkan cairan yang banyak mengandung air dan tidak berbau. Cairan tersebut berfungsi menurunkan kondisi tubuh pada waktu tertentu. Sedangkan kelenjar apocrine mengandung asam lemak jenuh dengan cairan lebih kental dan berminyak.Sebenarnya, cairan yang dihasilkan oleh kelenjar apocrine hanya berbau lemak. Namun, karena di setiap helai rambut terdapat satu apocrine dan mengandung bakteri yang berperan dalam proses pembusukan, maka timbullah bau badan yang tak sedap. Terkadang ada orang yang mempunyai kelenjar apocrine lebih besar, sehingga produksi keringatnya lebih besar dan pembusukan bakterinya juga lebih banyak.Bau badan tak sedap juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, hal itu tidak menjamin 100%. Lihat: http://www.dunia-wanita.com/index.php?option=com_content&task=view&id=35&Itemid=8

[4] Secara umum ketiga klasifikasi wewangian ini bisa dibedakan dengan komposisi persentase esense wangi dan cairan penyampurnya. Rata-rata parfum mengandung 10-20 persen esensi wewangian, sementara colognes hanya 2-5 persen dan toilete water di bawah 2 persen.

[5] Ternyata wanitapun menyambut positif bau keringat pasangan prianya. Senyawa kimia yang terkandung dalam keringat pria terbukti dapat membangkitkan gaira dan nafsu seksual wanita. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat yang diketuai oleh Claire Wyart dari Universitas California, Barkeley.

[6] Konon Kaisar Prancis yang tersohor Napoleon Bonaparte selalu meminta istrinya untuk tidak mandi sejak dua hari menjelang kepulangannya dari medan perang. Katanya, Napoleon sangat suka bau tubuh istrinya yang tidak mandi karena membuatnya bergairah.  Lihat: http://www.edutainmentradio.com/modules/smartsection/item.php?itemid=32

[7] Bahan yang sering dipermasalahkan oleh umat Islam dalam penggunaan parfum adalah adanya alcohol dalam produk tersebut. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan khamr, sehingga menganggapnya najis untuk dipakai. Maka berkembanglah parfum non alcohol yang dibarcode sebagai parfum halal.Dalam parfum alcohol berfungsi sebagai pelarut bahan-bahan esensial yang menghailkan aroma tertentu karena banyak sekali bahan aroma parfum tersebut yang hanya dapat larut dalam alcohol. Dalam parfum, alcohol hanya bersifat sebagai bahan penolong untuk melarutkan komponen wewangian yang akan menguap dan habis ketika ia disemprotkan atau dioleskan ke badan, sehingga tinggal bahan parfumnya saja yang masih menempel.

Ulama fiqih seperti Abi Ibrahi Ismail bin Yahya al-Muzani dan fukaha kontemporer Mazhab Hanafi berpendapat bahwa alcohol bukan najis. Karena tidak mesti sesuatu yang diharamkan itu najis, banyak yang diharamkan dalam syara’ tapi tidak najis. Kalaupun najis ia tidak termasuk najis ‘aini tetapi hanya najis hukmi. Muhammad Rasyid Rida dalam Tafsir al-Manar mengatakan bahwa menghukumi najisnya alcohol yang kini sudah banyak digunakan untuk tujuan positif tentu akan menimbulkan haraj (kesulitan) bagi umat manusia dan ini bertentangan denan ajaran al-Qur’an yang menyatakan kesulitan itu harus dihilangkan.Menurut HBE, mengacu pada MUI alkohol dalam parfum, spidol, untuk keperluan medis, campuran di kosmetik tidak haram.Kecuali mungkin jika parfum itu menyebabkan/dipergunakan mabuk

Oleh karena itulah munculnya parfum non-alkohol dianggap oleh sebagian ulama sebagai salah satu alternative parfum yang aman digunakan oleh umat muslim. Walau begitu, parfum non alcohol juga gak selalu bagus, ada yg menyebabkan alergi /kulit – gatal2.

Bandingkan dengan hasil diskusi dengan Ustad Abu Uzair Boris (Alumni Ma’had ‘Ilmi) dalam http://mki5ska.wordpress.com/2007/11/14/konsultasi-ustadz-menggunakan-parfum-berakohol/

[8] Kemajuan tehnologi sekarang ini tentunya akan mempermudah kita dalam mengakses informasi tentang kehalalan dan penjelasan suatu produk. Seperti yang dapat kita browsing dalam website-website yang tersedia.

Entry Filed under: Filsafat Ilmu,Pendidikan

2 Comments Add your own

  • 1. Nina Marlina  |  Juni 9, 2012 pukul 12:34 pm

    Imam At-Tarmidizi meletakkan hadits berikut :

    كل عين زانية والمرأة إذا استعطرت فمرت بالمجلس فهي كذا وكذا يعني زانية
    Setiap mata berzina, dan seorang wanita ketika memakai parfum kemudian berpapasan dengan suatu majlis (perkumpulan) maka dia seperi begini, dan seperti begini, yaitu seorang pezina (Sunan At-Tarmidzi no.2786)

    Dalam Bab : ماجاء في كراهية خروج المرأة متعطرة (Apa-apa yang datang dalam hal tidak disukai keluar rumah seorang wanita dengan memakai parfum)

    Juga hadits semisal dikutip oleh oleh Imam An-Nasai’, dan beliau meletakannya dalam bab : ما يكره للنساء من الطيب (Apa-apa yang tidak disukai dari parfum yang dikenakan oleh wanita)

    Dari judul bab, nampaknya penggunaan parfum di luar rumah bagi seorang wanita adalah perkara yang dibenci (tidak disukai = makruh) , dan perkara tsb menjadi haram mana kala tujuan penggunaan parfum tsb untuk menarik perhatian kaum lelaki semata.

    ‘illat hukumnya dapat dilihat dari redaksi hadits yang dikutip oleh Imam An-Nasai’ sbb :

    أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا من ريحها فهي زانية
    Wanita mana saja yang memakai wewangian kemudian berpapasan dengan suatu kaum (laki-laki) AGAR SUPAYA mereka mendapatkan bau wangi parfumnya maka wanita tsb seorang pezina (Sunan An-Nasai’ no.9361)

    CMIIW

  • 2. Mitsubishi Cakung  |  Agustus 5, 2014 pukul 2:15 am

    berapa banyak wanita yg niat wangi2an utk aktifitas selain utk mencari perhatian laki2… n brp bnyk wanita muda yg ke mesjid utk sholat ishya… pemikiran diatas sama dg pemikiran bany israel


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Salsabila

Nez Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

Nez Facebook

Nez Yahoo

Nez Penanggalan

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Klik favorite ^_^

Komentar Terakhir

www.nanoindian.com di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
ummurafifghozy di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
Nuril Aziz di HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM…
printer parts di Manajemen Sumber Daya Man…

Pos-pos Terbaru

Laman

Kategori

Arsip

Tulisan Teratas

Blogroll

Meta

Yuk Gabung di twitterku

 
%d blogger menyukai ini: